Close MenuOpen Menu
Arsitektur

3 Cara Praktis Memilih Atap Galvalum Berkualitas

Atap galvalum–atap adalah bagian penting sebuah bangunan, baik itu untuk rumah, kantor, dan jenis bangunan yang lain. Atap biasanya dibuat dari rangka kayu. Ini adalah jenis rangka atap yang sangat populer. Namun, kini hadir jenis atap galvalum yang memiliki berbagai kelebihan, diantaranya adalah:

  • Saat sedang terjadi kebakaran, atap baja yang cukup ringan sifatnya tidak membesarkan kobaran api. Lain halnya dengan rangka yang terbuat dari kayu yang tentunya membesarkan kobaran api tersebut. 
  • Masalah utama yang terjadi pada rangka atap kayu adalah mudah di makan rayap. Lain halnya dengan atap galvalum yang tahan rayap sehingga lebih awet. 
  • Dibandingkan dengan atap baja kayu, jenis atap galvalum cukup awet dan tidak perlu sering melakukan renovasi. Atap ini pun cocok bagi Anda para pecinta lingkungan yang ingin memilih material bangunan yang ramah lingkungan. Atap kayu biasanya di dapat dengan cara menebang kayu di hutan. Tentu saja proses penebangan kayu adalah langkah yang tidak ramah lingkungan, apalagi jika tidak disertai dengan penanaman kembali. 
  • Dibandingkan dengan bahan besi, galvalum yang terbuat dari atap baja ringan faktanya tidak mudah berkarat sehingga lebih awet. 

Tertarik menggunakan atap galvalum? Anda bisa mempertimbangkan tips praktis berikut untuk mendapatkan galvalum berkualitas yang awet dan performanya bagus. 

  • Sesuaikan antara rangka atap dengan model atapnya

Langkah pertama adalah dengan mengamati bagaimana model atap bangunan Anda. Setelah itu, sesuaikan antara rangka atap baja ringan dengan model atapnya. Kesesuaian antara model atap dengan rangka atap akan memudahkan Anda untuk proses pemasangan rangka baja. Selain itu, secara tampilan pun akan tampak lebih menarik. Selain itu, pertimbangkan pula proses pembentukan atap baja tersebut  yang sebaiknya disesuaikan dengan seberapa berat tumpuan yang disokong. Cara mudah untuk memperkuat rangka atap adalah dengan merapatkan jarak antar rangka baja. Semakin rapat jarak rangkanya, semakin kuat rangka atapnya. Adapun standard jarak rangka atap adalah 150 cm.

  • Sesuaikan antara rangka atap dengan jenis penutup yang digunakan

Ada cukup banyak penutup atap yang digunakan. Diantaranya adalah asbes, genteng, beton, keramik, sampai dengan kaca. Tentunya, banyak sedikitnya rangka yang digunakan bergantung dari seberapa berat  penutup atapnya. Sesuaikan antara rangka atap dengan jenis penutupnya agar atap kokoh dan nyaman saat dihuni. 

  • Pertimbangkan kualitas bajanya

Beberapa langkah dalam mempertimbangkan kualitas baja adalah dengan mengetahui bagaimana tegangan tarikannya. Baja yang dinilai bagus adalah baja dengan standar tegangan tarikan 550 Mpa yang mampu menopang bermacam jenis atap. Selain pertimbangan tersebut, parameter lain dalam mengecek kualitas baja adalah dengan mengetahui bagaimanakah nilai SAE grade-nya. Nilai SAE grade yang disarankan adalah 980.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *